Senin, 24 November 2008

Mengapa Memilih dan Mengapa Harus GOLPUT di Pemilu

Saya adalah Bangsa Indonesia yang memahi dan terus BELAJAR mengenai arti chauvinisme dan mengimplementasikannya.
Teori saya ini adalah bentuk dari kepedulian saya terhadap perubahan status NKRI, dimana status Negara Berkembang harus segera berubah menjadi Negara MAJU.
Namun, saya menyadari bahwa saya tidak bisa berjalan sendiri saja. Maka dari itu, saya SANGAT BERHARAP agar seluruh Bangsa Indonesia dapat berkontribusi akan sebuah idealisme tersebut.

Partai politik adalah jembatan bagi seluruh rakyat di sebuah negara, dimana partai politik sangat berperan membawa aspirasi ataupun kehendak rakyat yang memilihnya. Aspirasi tersebut selayaknya dijadikan pemacu partai politik dalam merubah kondisi negara menjadi lebih baik dan bersifat PERMANEN .

berikut teorinya :
Pertama, Sistem Anggaran (Pendapatan) dari kandidat pemenang yang sangat Tinggi, sehingga mengindikasikan seorang Kandidat akan berjuang tuk mengembalikan Modal KAMPANYE + DANA ke-PARTAI.

Kedua, SISTEM KOMPETENSI. Dalam hal ini pengurus partai kurang cermat melihat kandidat yang memiliki kapasitas sebagai anggota Dewan. Para Kandidat dipilih berdasarkan Status bukannya Track Record Positive. sehingga, kinerja anggota DPR dan Esensi dari Legislatif secara otomatis akan menjadi Luntur.

Ketiga, Sistem rekrutment ANGGOTA PARTAI. Pengurus partai kurang memahami bagaimana mencari bibit yang terbaik sebagai anggota Partai. Bagaimana mungkin kader² yg tidak berkualitas bisa memperbaiki ataupun menyalurkan aspirasi rakyat dikala dia akan mencalonkan diri Sebagai Anggota Legislatif (CALEG) di tahun² berikutnya.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka saya berpikir bahwasannya Pemilu Tahun 2009 merupakan ajang FINAL SISTEM DEMOKRASI di NKRI. Saya akan terus berdoa agar di ajang PEMILU 2009 bangsa NKRI tetap terintegrasi, dan untuk Para Kandidat PEMENANG akan benar² menjalankan TUPOKSInya sebagai seorang Legislator.

2 komentar:

Napster mengatakan...

Golput itu harus...!tapi yg bertanggung jawab...!gue ngga sepakat karena sebuah apatisme terhadap sistem yang belum final sudah menyatakan golput..!itu keputusan yang gegabah...!menurut gue kalo kita apatis terhadap parpol, masih ada jalur independen yg sedang diperjuangkan oleh fajrul Rahman dkk. menurut gue jalur independen itu adalah solusi terhadap apatisme parpol...!itu adalah suatu cara untuk memberikan terapi kejut buat parpol agar lekas berbenah diri..!selama ini parpol jadi bobrok dan terus-menerus mengalami pembobrokan karena tidak ada saingan dan membuat mereka bisa tenang di dalam kebusukan.!klo dalam teori stabilitas demokrasi ada satu faktor yang harus ada dalam mewujudkan demokrasi itu stabil. salah satunya trust..!nah hal ini yg pertama masih bisa yakini bahwa ada suatu sistem yang belum dicoba! nanti klo perjuangan jalur independen mengalami jalan buntu baru gue bakal golput sama kaya lo! tp klo itu berhasil..!gue bakal ngasih kesempatan untuk jalur indepnden menghegemoni Indonesia ini! mudah2an jd lebih baik..!tapi klo sistem baru itu tidak dapat mengubah keadaan..!yah mungkin kita Para pemuda harus mengkudeta kepemimpinan publik..!

dewi.arimbi mengatakan...

gw setuju dgn golput..so i dont have to take any responsibility of any political chaos in this country...hihi...hidup Golput!!